Saturday, June 20, 2009

Sistem Terdistribusi
Bab 3. Proses
3.1 Thread
Thread
adalah sebuah alur kontrol dari sebuah proses. Kontrol
thread
tunggal
ini hanya memungkinkan proses untuk menjalankan satu tugas pada satu waktu.
Banyak sistem operasi modern telah memiliki konsep yang dikembangkan agar
memungkinkan sebuah proses untuk memiliki eksekusi
multi-threads
, agar dapat
secara terus menerus mengetik dan menjalankan pemeriksaan ejaan didalam proses
yang sama, maka sistem operasi tersebut memungkinkan proses untuk menjalankan
lebih dari satu tugas pada satu waktu. Suatu proses yang
multithreaded
mengandung
beberapa perbedaan alur kontrol dengan ruang alamat yang sama.
Keuntungan dari
multithreaded
meliputi peningkatan respon dari pengguna,
pembagian sumber daya proses, ekonomis, dan kemampuan untuk mengambil
keuntungan dari arsitektur multiprosesor.
Thread
merupakan unit dasar dari
penggunaan CPU, yang terdiri dari Thread_ID,
program counter
,
register set
, dan
stack
. Sebuah
thread
berbagi
code section
,
data section
, dan sumber daya sistem
operasi dengan Thread lain yang dimiliki oleh proses yang sama. Thread juga sering
disebut
lightweight process
. Sebuah proses tradisional atau
heavyweight process
mempunyai
thread
tunggal yang berfungsi sebagai pengendali.
Perbedaan antara proses dengan
thread
tunggal dan proses dengan
thread
yang
banyak adalah proses dengan
thread
banyak dapat mengerjakan lebih dari satu tugas
pada satu satuan waktu.
Gambar 3.1. Thread
Banyak perangkat lunak yang berjalan pada PC modern dirancang secara
multi-
threading
. Sebuah aplikasi biasanya diimplementasi sebagai proses yang terpisah
dengan beberapa
thread
yang berfungsi sebagai pengendali. Contohnya sebuah
web
browser
mempunyai
thread
untuk menampilkan gambar atau tulisan sedangkan
thread
yang lain berfungsi sebagai penerima data dari network.
Kadang kala ada situasi dimana sebuah aplikasi diperlukan untuk menjalankan
beberapa tugas yang serupa. Sebagai contohnya sebuah
web server
dapat mempunyai
ratusan klien yang mengaksesnya secara
concurrent
. Kalau
web server
berjalan
sebagai proses yang hanya mempunyai
thread
tunggal maka ia hanya dapat melayani
Proses Hal. 1
Sistem Terdistribusi
satu klien pada pada satu satuan waktu. Bila ada klien lain yang ingin mengajukan
permintaan maka ia harus menunggu sampai klien sebelumnya selesai dilayani.
Solusinya adalah dengan membuat
web server
menjadi
multi-threading
. Dengan ini
maka sebuah
web server
akan membuat
thread
yang akan mendengar permintaan
klien, ketika permintaan lain diajukan maka
web server
akan menciptakan
thread
lain
yang akan melayani permintaan tersebut.
Keuntungan
Thread
Keuntungan dari program yang
multithreading
dapat dipisah menjadi empat
kategori:
1.
Responsi
: Membuat aplikasi yang interaktif menjadi
multithreading
dapat
membuat sebuah program terus berjalan meski pun sebagian dari program
tersebut diblok atau melakukan operasi yang panjang, karena itu dapat
meningkatkan respons kepada pengguna. Sebagai contohnya dalam
web browser
yang
multithreading
, sebuah
thread
dapat melayani permintaan pengguna
sementara
thread
lain berusaha menampilkan image.
2.
Berbagi sumber daya
:
thread
berbagi memori dan sumber daya dengan
thread
lain yang dimiliki oleh proses yang sama. Keuntungan dari berbagi kode adalah
mengizinkan sebuah aplikasi untuk mempunyai beberapa
thread
yang berbeda
dalam lokasi memori yang sama.
3.
Ekonomi
: dalam pembuatan sebuah proses banyak dibutuhkan pengalokasian
memori dan sumber daya. Alternatifnya adalah dengan penggunaan
thread
,
karena
thread
berbagi memori dan sumber daya proses yang memilikinya maka
akan lebih ekonomis untuk membuat dan
context switch
thread
. Akan susah
untuk mengukur perbedaan waktu antara proses dan
thread
dalam hal
pembuatan dan pengaturan, tetapi secara umum pembuatan dan pengaturan
proses lebih lama dibandingkan
thread
. Pada Solaris, pembuatan proses lebih
lama 30 kali dibandingkan pembuatan
thread
, dan
context switch
proses 5 kali
lebih lama dibandingkan
context switch
thread
.
4.
Utilisasi arsitektur
multiprocessor
: Keuntungan dari multithreading dapat
sangat meningkat pada arsitektur
multiprocessor
, dimana setiap
thread
dapat
berjalan secara pararel di atas processor yang berbeda. Pada arsitektur processor
tunggal, CPU menjalankan setiap
thread
secara bergantian tetapi hal ini
berlangsung sangat cepat sehingga menciptakan ilusi pararel, tetapi pada
kenyataannya hanya satu
thread
yang dijalankan CPU pada satu-satuan waktu
(satu-satuan waktu pada CPU biasa disebut
time slice
atau
quantum
).
Multithreading Models
Beberapa terminologi yang akan dibahas:
a.
Thread
pengguna:
Thread
yang pengaturannya dilakukan oleh pustaka
thread
pada tingkatan pengguna. Karena pustaka yang menyediakan fasilitas untuk
pembuatan dan penjadwalan
thread
,
thread
pengguna cepat dibuat dan
dikendalikan.
b.
Thread
Kernel: .
Thread
yang didukung langsung oleh kernel. Pembuatan,
penjadwalan dan manajemen
thread
dilakukan oleh kernel pada
kernel space
.
Karena dilakukan oleh sistem operasi, proses pembuatannya akan lebih lambat
jika dibandingkan dengan
thread
pengguna.
Proses Hal. 2

Sistem Terdistribusi
Model-model
Multithreading
:
a.
Model
Many-to-One
.
Model ini memetakan beberapa
thread
tingkatan
pengguna ke sebuah
thread
. tingkatan kernel. Pengaturan
thread
dilakukan
dalam ruang pengguna sehingga efisien. Hanya satu
thread
pengguna yang
dapat mengakses
thread
kernel pada satu saat. Jadi
Multiple thread
tidak dapat
berjalan secara paralel pada multiprosesor. Contoh: Solaris
Green Threads
dan
GNU
Portable Threads
.
b.
Model
One-to-One
.
Model ini memetakan setiap
thread
tingkatan pengguna
ke setiap
thread
. Ia menyediakan lebih banyak
concurrency
dibandingkan
model
Many-to-One
. Keuntungannya sama dengan keuntungan
thread
kernel.
Kelemahan model ini ialah setiap pembuatan
thread
pengguna memerlukan
tambahan
thread
kernel. Karena itu, jika mengimplementasikan sistem ini
maka akan menurunkan kinerja dari sebuah aplikasi sehingga biasanya jumlah
thread
dibatasi dalam sistem. Contoh: Windows NT/XP/2000 , Linux, Solaris
9.
c.
Model
Many-to-Many
.
Model ini memultipleks banyak
thread
tingkatan
pengguna ke
thread
kernel yang jumlahnya sedikit atau sama dengan tingkatan
pengguna. Model ini mengizinkan
developer
membuat
thread
sebanyak yang
ia mau tetapi
concurrency
tidak dapat diperoleh karena hanya satu
thread
yang
dapat dijadwalkan oleh kernel pada suatu waktu. Keuntungan dari sistem ini
ialah kernel
thread
yang bersangkutan dapat berjalan secara paralel pada
multiprosessor.
Pustaka
Thread
Pustaka
Thread
atau yang lebih familiar dikenal dengan
Thread Library
bertugas untuk menyediakan API untuk
programmer
dalam menciptakan dan
memanage
thread
. Ada dua cara dalam mengimplementasikan pustaka
thread
:
Proses Hal. 3
Sistem Terdistribusi
a. Menyediakan API dalam level pengguna tanpa dukungan dari kernel sehingga
pemanggilan fungsi tidak melalui
system call
. Jadi, jika kita memanggil fungsi
yang sudah ada di pustaka, maka akan menghasilkan pemanggilan fungsi
call
yang sifatnya lokal dan bukan
system call
.
b. Menyediakan API di level kernel yang didukung secara langsung oleh sistem
operasi. Pemanggilan fungsi
call
akan melibatkan
system call
ke kernel.
Ada tiga pustaka
thread
yang sering digunakan saat ini, yaitu: POSIX Pthreads, Java,
dan Win32. Implementasi POSIX standard dapat dengan cara
user
level dan kernel
level, sedangkan Win32 adalah kernel level. Java API
thread
dapat
diimplementasikan oleh Pthreads atau Win32.
Pembatalan
Thread
(
Thread Cancellation
)
Thread Cancellation
ialah pembatalan
thread
sebelum tugasnya selesai.
Umpamanya, jika dalam program Java hendak mematikan Java Virtual Machine
(JVM). Sebelum JVM dimatikan, maka seluruh
thread
yang berjalan harus dibatalkan
terlebih dahulu. Contoh lain adalah di masalah
search
. Apabila sebuah
thread
mencari
sesuatu dalam
database
dan menemukan serta mengembalikan hasilnya,
thread
sisanya akan dibatalkan.
Thread
yang akan diberhentikan biasa disebut
target thread
.
Pemberhentian
target Thread
dapat dilakukan dengan 2 cara:
a.
Asynchronous cancellation
.
Suatu
thread
seketika itu juga membatalkan
target thread
.
b.
Deferred cancellation
.
Suatu
thread
secara periodik memeriksa apakah ia
harus batal, cara ini memperbolehkan
target thread
untuk membatalkan
dirinya secara terurut.
Hal yang sulit dari pembatalan
thread
ini adalah ketika terjadi situasi dimana
sumber daya sudah dialokasikan untuk
thread
yang akan dibatalkan. Selain itu
kesulitan lain adalah ketika
thread
yang dibatalkan sedang meng-
update
data yang ia
bagi dengan
thread
lain. Hal ini akan menjadi masalah yang sulit apabila digunakan
asynchronous cancellation
. Sistem operasi akan mengambil kembali sumber daya dari
thread
yang dibatalkan tetapi seringkali sistem operasi tidak mengambil kembali
semua sumber daya dari
thread
yang dibatalkan.
Alternatifnya adalah dengan menggunakan
deffered cancellation
. Cara kerja
dari
deffered cancellation
adalah dengan menggunakan satu
thread
yang berfungsi
sebagai pengindikasi bahwa
target thread
hendak dibatalkan. Tetapi pembatalan
hanya akan terjadi jika
target thread
memeriksa apakah ia harus batal atau tidak. Hal
ini memperbolehkan
thread
untuk memeriksa apakah ia harus batal pada waktu
dimana ia dapat dibatalkan secara aman yang aman. Pthread merujuk sebagai
cancellation points
.
Pada umumnya sistem operasi memperbolehkan proses atau thread untuk
dibatalkan secara
asynchronous
. Tetapi Pthread API menyediakan
deferred
cancellation
. Hal ini berarti sistem operasi yang mengimplementasikan Pthread API
akan mengizinkan
deferred cancellation
.
Proses Hal. 4
Sistem Terdistribusi
Penjadwalan
Thread
Begitu dibuat,
thread
baru dapat dijalankan dengan berbagai macam
penjadwalan. Kebijakan penjadwalanlah yang menentukan setiap proses, di mana
proses tersebut akan ditaruh dalam daftar proses sesuai proritasnya dan bagaimana ia
bergerak dalam daftar proses tersebut.
Untuk menjadwalkan
thread
, sistem dengan model
mulithreading
many to many
atau
many to one
menggunakan:
a.
Process Contention Scope (PCS).
Pustaka
thread
menjadwalkan thread
pengguna untuk berjalan pada LWP (
lightweight process
) yang tersedia.
b.
System Contention Scope (SCS).
SCS berfungsi untuk memilih satu dari
banyak
thread
, kemudian menjadwalkannya ke satu
thread
tertentu(CPU /
Kernel).
3.2. Client – Server
Pengertian Client Server
Banyak referensi yang menjelaskan istilah client server. Menurut definisi yang
diperoleh dari Wikipedia:
Client server
is
network architecture
which separates a
client
(often
an application that uses a
graphical user interface
) from a
server
.
Each
instance
of the client software can send
requests
to a server.
Specific types of servers include
web servers
,
application servers
,
file
servers
,
terminal servers
, and
mail servers
. While their purposes vary
somewhat, the basic
architecture
remains the same.
Menurut Microsoft Encarta:
Definition:
servicing requests from others:
describes a computer
network in which processing is divided between a client program
running on a user’s machine and a network server program. One
server can provide data to, or perform storage-intensive processing
tasks in conjunction with, one or more clients.
Dari buku
Technical Foundations of Client/Server Systems
karangan Carl L. Hall
(A Wiley – QED Publication). Di halaman 7 tentang Client/Server General Definition
disebutkan:
The term client/server refers to a relationship between two systems or
processes. The client is the system that requests work to be done on its
behalf by the server system. In most situations, which is client and
which is server is determined by the relationship of requester (client)
to server.
Dari definisi-definisi tersebut, kata kuncinya adalah pada sistem client/server
harus terdapat
satu atau beberapa server yang menyediakan layanan
dan
satu
atau beberapa klien yang meminta layanan
tersebut (tidak perduli apakah kondisi
tersebut berada pada sebuah sistem jaringan ataupun stand-alone).
Istilah server di sini bisa saja berupa komputer-komputer kelas server seperti
IBM, HP, Compaq dll. Atau juga berupa software yang dapat dikategorikan
Proses Hal. 5

Sistem Terdistribusi
berdasarkan layanannya misalnya web server, application server, file server, database
server, terminal server, mail server, dll.
Server bisa juga berupa proses, seperti RPC Server yang terdapat pada sistem
operasi server seperti Novell, Windows NT, Linux dll. Lebih dalam lagi, pada kernel
(inti) sebuah sistem operasi juga banyak terdapat proses-proses yang bertanggung-
jawab menyediakan layanan-layanan agar hardware komputer dapat bekerja sebagai
mana mestiya.
Microsoft menamakan proses tersebut
services
sedangkan keluarga
Unix/Linux menyebutnya
daemons.
Services/daemons tersebut umumnya
menyediakan manajemen memory, akses file/jaringan, serta penjadwalan
(scheduling).
Server
adalah komputer yang dapat memberikan
service
ke
client
, sedangkan
client
adalah komputer yang mengakses beberapa
service
yang ada di
server
. Ketika
client
membutuhkan suatu
service
yang ada di
server
, dia akan mengirim
request
kepada
server
lewat jaringan.
Jika request
tersebut dapat dilaksanakan, maka
server
akan mengirim balasan berupa
service
yang dibutuhkan untuk saling berhubungan
menggunakan
Socket
.
1. Karakteristik
Server
a. Pasif
b. Menunggu
request
c. Menerima
request
, memproses mereka dan mengirimkan balasan
berupa
service
2. Karakteristik
Client
a. Aktif
b. Mengirim
request
c. Menunggu dan menerima balasan dari
server
Socket
adalah sebuah
endpoint
untuk komunikasi didalam jaringan. Sepasang proses
atau
thread
berkomunikasi dengan membangun sepasang
socket
, yang masing-masing
proses memilikinya.
Socket
dibuat dengan menyambungkan dua buah alamat IP
melalui
port
tertentu. Secara umum
socket
digunakan dalam
client/server system
,
dimana sebuah
server
akan menunggu
client
pada
port
tertentu. Begitu ada
client
yang menghubungi
server
maka
server
akan menyetujui komunikasi dengan
client
melalui
socket
yang dibangun.
Proses Hal. 6






























































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































Sistem Terdistribusi
Model Client-Server
Ada beberapa model client/server yang penting untuk diketahui. Dimulai dari
arsitektur mainframe hingga arsitektur client/server.
a.
Arsitektur Mainframe
Pada arsitektur ini, terdapat sebuah komputer pusat (host) yang memiliki sumber
daya yang sangat besar, baik memori, processor maupun media penyimpanan.
Melalui komputer terminal, pengguna mengakses sumber daya tersebut.
Komputer terminal hanya memiliki monitor/keyboard dan tidak memiliki CPU.
Semua sumber daya yang diperlukan terminal dilayani oleh komputer host.
Model ini berkembang pada akhir tahun 1980-an.
b.
Arsitektur File Sharing
Pada arsitektur ini komputer server menyediakan file-file yang tersimpan di
media penyimpanan server yang dapat diakses oleh pengguna. Arsitektur file
sharing memiliki keterbatasan, terutama jika jumlah pengakses semakin banyak
serta ukuran file yang di shaing sangat besar. Hal ini dapat mengakibatkan
transfer data menjadi lambat. Model ini populer pada tahun 1990-an.
c.
Arsitektur Client/Server
Karena keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah arsitektur
client/server. Salah satu hasilnya yaitu berupa software database server yang
menggantikan software database berbasis file server. Dikenalkan pula RDBMS
(Relational Database Management System). Dengan arsitektur ini, query data ke
server dapat terlayani dengan lebih cepat karena yang ditransfer bukanlah file,
tetapi hanyalah hasil dari query tersebut. RPC (Remote Procedure Calls)
memegang peranan penting pada arsitektur client/server.
d.
Model Two-tier
Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan:
client
(yang meminta
service
) dan
server
(yang menyediakan
service
). Tiga
komponen tersebut yaitu :
1. User Interface, yaitu antar muka program aplikasi yang berhadapan
dan digunakan langsung oleh user.
2. Manajemen proses
3. Database
Model ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas,
sehingga terbentuk dua lapisan.
Proses Hal. 7

Sistem Terdistribusi
Pada gambar tersebut, user interface yang merupakan bagian dari program
aplikasi melayani input dari user. Input tersebut diproses oleh Manajemen
Proses dan melakukan query data ke database (dalam bentuk perintah SQL).
Pada database server juga bisa memiliki Manajemen Proses untuk melayani
query tersebut, biasanya ditulis ke dalam bentuk Stored Procedure.
e.
Model Three-tier
Pada model ini disisipkan satu layer tambahan diantara user interface tier dan
database tier. Tier tersebut dinamakan middle-tier. Middle-Tier terdiri dari
bussiness logic dan rules yang menjembatani query user dan database,
sehingga program aplikasi tidak bisa mengquery langsung ke database server,
tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan disimpan
pada middle-tier. Dengan adanya server middle-tier ini, beban database server
berkurang. Jika query semakin banyak dan/atau jumlah pengguna bertambah,
maka server-server ini dapat ditambah, tanpa merubah struktur yang sudah
ada. Ada berbagai macam software yang dapat digunakan sebagai server
middle-tier. Contohnya MTS (Microsoft Transaction Server) dan MIDAS.
3.3. Agent
Software Agent
adalah entitas perangkat lunak yang didedikasikan untuk tujuan
tertentu yang memungkinkan user untuk mendelegasikan tugasnya secara mandiri,
selanjutnya software agent nantinya disebut agent saja. Agent bisa memiliki ide
sendiri mengenai bagaimana menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu atau agenda
tersendiri. Agent yang tidak berpindah ke host lain disebut
stationary agent.
Karakteristik dari Agen
:
1. Autonomy
: Agent dapat melakukan tugas secara mandiri dan tidak
dipengaruhi secara langsung oleh user, agent lain ataupun oleh lingkungan
Proses Hal. 8
Sistem Terdistribusi
(environment). Untuk mencapai tujuan dalam melakukan tugasnya secara
mandiri, agent harus memiliki kemampuan kontrol terhadap setiap aksi yang
mereka perbuat, baik aksi keluar maupun ke dalam [Woolridge et. al., 1995].
2. Intelligence, Reasoning, dan Learning
: Setiap agent harus mempunyai
standar minimum untuk bisa disebut agent, yaitu intelegensi (
intelligence
).
Dalam konsep
intelligence
, ada tiga komponen yang harus dimiliki: internal
knowledge b
ase, kemampuan
reasoning
berdasar pada
knowledge base
yang
dimiliki, dan kemampuan
learning
untuk beradaptasi dalam perubahan
lingkungan.
3. Mobility dan Stationary
: Khusus untuk
mobile agent
, dia harus memiliki
kemampuan yang merupakan karakteristik tertinggi yang dia miliki yaitu
mobilitas. Berbeda dengan
stationary agent
. Tetapi keduanya tetap harus
memiliki kemampuan untuk mengirim pesan dan berkomunikasi dengan agent
lain.
4. Delegation
: Agent bergerak dalam kerangka menjalankan tugas yang
diperintahkan oleh user. Fenomena pendelegasian (
delegation
) ini adalah
karakteristik utama
suatu program disebut agent.
5. Reactivity
: Kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya
perubahan informasi yang ada dalam suatu lingkungan. Lingkungan itu bisa
mencakup: agent lain, user, informasi dari luar, dsb [Brenner et. al., 1998].
6. Proactivity dan Goal-Oriented
: Sifat
proactivity
boleh dibilang adalah
kelanjutan dari sifat
reactivity
. Agent tidak hanya dituntut bisa beradaptasi
terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah
penyelesaian apa yang harus diambil [Brenner et. al., 1998]. Untuk itu agent
harus didesain memiliki tujuan (
goal
) yang jelas, dan selalu berorientasi
kepada tujuan yang diembannya (
goal-oriented
).
7. Communication and Coordination Capability
: Agent harus memiliki
kemampuan berkomunikasi dengan user dan juga agent lain. Masalah
komunikasi dengan user adalah masuk ke masalah user interface dan
perangkatnya, sedangkan masalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi
dengan
agent
lain adalah masalah sentral penelitian
Multi Agent System
(MAS). Bagaimanapun juga, untuk bisa berkoordinasi dengan
agent
lain
dalam menjalankan tugas, perlu bahasa standard untuk berkomunikasi. Tim
Finin [Finin et al., 1993] [Finin et al., 1994] [Finin et al., 1995] [Finin et al.,
1997] dan Yannis Labrou [Labrou et al., 1994] [Labrou et al., 1997] adalah
peneliti
software agent
yang banyak berkecimpung dalam riset mengenai
bahasa dan protokol komunikasi antar agent. Salah satu produk mereka adalah
Knowledge Query and Manipulation Language
(KQML). Dan masih terkait
dengan komunikasi antar agent adalah
Knowledge Interchange Format
(KIF).
Proses Hal. 9
Sistem Terdistribusi
Klasifikasi Software Agent
1. Klasifikasi menurut Karakteristik yang Dimiliki
Menurut Nwana, agent bisa diklasifikasikan menjadi delapan berdasarkan pada
karakteristiknya.
Software Agent
Collaborative
Hybrid Agent
Reactive
Agent
Agent
Mobile
Agent
Heterogeneous
Agent System
Information
Interface
and Internet
Agent
Agent
Gambar 2: Klasifikasi
Software Agent
Menurut Karakteristik Yang Dimiliki
a.
Collaborative Agent
:
Agent
yang memiliki kemampuan melakukan kolaborasi
dan koordinasi antar agent dalam kerangka
Multi Agent System
(MAS).
b.
Interface Agent
:
Agent
yang memiliki kemampuan untuk berkolaborasi
dengan user, melakukan fungsi
monitoring
dan
learning
untuk memenuhi
kebutuhan user.
c.
Mobile Agent
: Agent yang memiliki kemampuan untuk bergerak dari suatu
tempat ke tempat lain, dan secara mandiri melakukan tugas ditempat barunya
tersebut, dalam lingkungan jaringan komputer.
d.
Information dan Internet Agent
:
Agent
yang memiliki kemampuan untuk
menjelajah internet untuk melakukan pencarian, pemfilteran, dan penyajian
informasi untuk user, secara mandiri. Atau dengan kata lain, memanage
informasi yang ada di dalam jaringan Internet.
e.
Reactive Agent
:
Agent
yang memiliki kemampuan untuk bisa cepat
beradaptasi dengan lingkungan baru dimana dia berada.
f.
Hybrid Agent
: Kita sudah mempunyai lima klasifikasi
agent
. Kemudian
agent
yang memiliki katakteristik yang merupakan gabungan dari karakteristik yang
sudah kita sebutkan sebelumnya adalah masuk ke dalam
hybrid agent
.
g.
Heterogeneous Agent System
: Dalam lingkungan
Multi Agent System
(MAS),
apabila terdapat dua atau lebih
hybrid agent
yang memiliki perbedaan
kemampuan dan karakteristik, maka sistem MAS tersebut kita sebut dengan
heterogeneous agent system
.
2. Klasifikasi menurut Lingkungan Dimana Dijalankan
a.
Desktop Agent
:
Agent
yang hidup dan bertugas dalam lingkungan
Personal
Computer
(PC), dan berjalan diatas suatu
Operating System
(OS). Termasuk
dalam klasifikasi ini adalah:

Operating System Agent

Application Agent

Application Suite Agent
Proses Hal. 10
Sistem Terdistribusi
b.
Internet Agent
:
Agent
yang hidup dan bertugas dalam lingkungan jaringan
Internet, melakukan tugas memanage informasi yang ada di Internet.
Termasuk dalam klasifikasi ini adalah:

Web Search Agent

Web Server Agent

Information Filtering Agent

Information Retrieval Agent

Notification Agent

Service Agent

Mobile Agent
c.
Intranet Agent
:
Agent
yang hidup dan bertugas dalam lingkungan jaringan
Intranet, melakukan tugas memanage informasi yang ada di Intranet.
Termasuk dalam klasifikasi ini adalah:

Collaborative Customization Agent

Process Automation Agent

Database Agent

Resource Brokering Agent
Bahasa Pemrograman yang digunakan
Bahasa pemrograman yang dipakai untuk tahap implementasi dari software
agent, sangat menentukan keberhasilan dalam implementasi agent sesuai dengan yang
diharapkan. Beberapa peneliti memberikan petunjuk tentang bagaimana karakteristik
bahasa pemrorgaman yang sebaiknya di pakai [Knabe, 1995] [Brenner et al., 1998].
Diantaranya yaitu :
1. Object-Orientedness:
Karena agent adalah berhubungan dengan obyek, bahkan beberapa peneliti
menganggap agent adalah obyek yang aktif, maka juga agent harus
diimplementasikan kedalam pemrorgaman yang berorientasi obyek (object-oriented
programming language).
2. Platform Independence:
Seperti sudah dibahas pada bagian sebelumnya, bahwa agent hidup dan
berjalan diberbagai lingkungan. Sehingga idealnya bahasa pemrograman yang dipakai
untuk implementasi adalah yang terlepas dari platform, atau dengan kata lain program
tersebut harus bisa dijalankan di platform apapun (platform independence).
3. Communication Capability:
Pada saat berinteraksi dengan agent lain dalam suatu lingkungan jaringan
(network environment), diperlukan kemampuan untuk melakukan komunikasi secara
fisik. Sehingga diperlukan bahasa pemrograman yang dapat mensupport
pemrograman yang berbasis network dan komunikasi.
4. Security:
Faktor keamanan (security) adalah factor yang sangat penting dalam memilih
bahasa pemrorgaman untuk implementasi software agent. Terutama untuk mobil
agent, diperlukan bahasa pemrograman yang mensupport level-level keamanan yang
bisa membuat agent bergerak dengan aman.
Proses Hal. 11
Sistem Terdistribusi
5. Code Manipulation:
Beberapa aplikasi software agent memerlukan manipulasi kode program
secara runtime, sehingga diperlikan bahasa pemrograman untuk software agent yang
dapat menangani masalah runtime tersebut.
Dari karakteristik di atas dapat disimpulkan bahwa bahasa pemrograman yang layak
untuk mengimplementasikan software agent adalah sebagai berikut :
• Java
• Telescript
• Tcl/Tk, Safe-Tcl, Agent-Tcl
Referensi:
1.
http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/SistemOperasi-4.X-
1/ch11.html#c31101
2.
http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/2002/riene101/produk/Materi/T
hreads.html
3. Rofiq Siregar, Definisi Client/Server,
http://rofiqsiregar.wordpress.com/2007/05/09/defenisi-clientserver/
4.
http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/SistemOperasi-4.X-
1/ch17s05.html
5. Rofiq Siregar, Model Client/Server,
http://rofiqsiregar.wordpress.com/2007/05/29/model-clientserver/
6. Ayu Anggriani dkk., Tugas Kuliah Pengantar Sistem Terdistribusi, 2008.
7. Romi Satria Wahono, Pengantar Software Agent: Teori dan Aplikasi,
http://ilmukomputer.com/2006/08/21/pengantar-
software
-
agent
/
Proses Hal. 12


ayead lazuck
sumber:

0 comments:

Post a Comment