Saturday, June 20, 2009

Bab 2. Komunikasi

Bab 2. Komunikasi

2.1. Komunikasi Data
Sistem Terdistribusi
Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara
khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara
komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang
dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh
isyarat digital. Komunikasi data merupakan baguan vital dari suatu masyarakat
informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan
komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

Komponen Komunikasi Data
 Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data
 Penerima, adalah piranti yang menerima data
 Data, adalah informasi yang akan dipindahkan
 Media pengiriman, adalah media atau saluran yang digunakan untuk
mengirimkan data
 Protokol, adalah aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan hubungan.















2.2. Protokol

Protokol dapat diartikan sebagai sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa
fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data,
informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan sisi penerima
agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada dalam
jaringan tersebut berbeda sama sekali. Protokol ini mengurusi perbedaan format data
pada kedua sistem hingga pada masalah koneksi listrik.

Komponen Protokol
1. Aturan atau prosedur, mengatur pembentukan/pemutusan hubungan
2. Format atau bentuk, mengatur proses transfer data representasi pesan
3. Kosakata (vocabulary), jenis pesan dan makna masing-masing pesan

Fungsi Protokol
Secara umum fungsi dari protokol adalah untuk menghubungkan sisi pengirim
dan sisi penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat
berjalan dengan baik dan benar. Sedangkan fungsi protokol secara detail dapat
dijelaskan berikut:


Komunikasi


Hal. 1




• Fragmentasi dan reassembly
Sistem Terdistribusi
Fungsi dari fragmentasi dan reassembly adalah membagi informasi yang
dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan
informasi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi
menjadi paket informasi yang lengkap.
• Encapsulation
Fungsi dari encapsulation adalah melengkapi informasi yang dikirimkan
dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
• Connection control
Fungsi dari connection control adalah membangun hubungan (connection)
komunikasi dari sisi pengirim dan sisi penerima, dimana dalam membangun
hubungan ini juga termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri
hubungan.
• Flow control
Berfungsi sebagai pengatur perjalanan datadari sisi pengirim ke sisi penerima.
• Error control
Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam proses
pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control
adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data
dikirimkan.
• Transmission service
Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data
khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindungan
data.

Susunan Protokol
Protokol jaringan disusun oleh dalam bentuk lapisan-lapisan (layer). Hal ini
mengandung arti supaya jaringan yang dibuat nantinya tidak menjadi rumit. Di dalam
layer ini, jumlah, nama, isi dan fungsi setiap layer berbeda-beda. Akan tetapi tujuan
dari setiap layer ini adalah memberi layanan ke layer yang ada di atasnya.
Susunan dari layer menunjukkan tahapan dalam melakukan komunikasi.
Antara setiap layer yang berdekatan terdapat sebuah interface. Interface menentukan
layanan layer yang di bawah kepada layer yang di atasnya.
Pada saat merencanakan sebuah jaringan, hendaknya memperhatikan
bagaimana menentukan interface yang tepat yang akan ditempatkan di antara dua
layer yang bersangkutan.

Standarisasi Protokol (ISO 7498)
Dahulu, komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah sangat
sulit dilakukan, karena mereka mengunakan protokol dan format data yang berbeda-
beda. Sehingga International Standards Organization (ISO) membuat suatu arsitektur
komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI), model yang
mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-
vendor yang berbeda.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”.
“Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di
komputer. “Lower layer” adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.





Komunikasi





Hal. 2


























Gambar 1: Pembagian Model Layer OSI

Penjelasan Model OSI Layer:

Model OSI Keterangan
Sistem Terdistribusi





































Komunikasi
Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi
pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran
informasi antara program komputer, seperti program e-
mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server
printer atau aplikasi komputer lainnya.

Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data
dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh
konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG
untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi,
translasi data, enkripsi dan konversi.



Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal
menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana
mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di
layer ini disebut “session”.














Hal. 3






































































Komunikasi
Sistem Terdistribusi



Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data
menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end”
antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error
handling). Transport layer berfungsi untuk menerima data
dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian
yang lebih kecil, meneruskan data ke network layer dan
menjamin semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi
penerima dengan benar.

Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat
jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama
perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data
pada layer ini berbentuk paket.

• Fungsi utama dari layer network adalah
pengalamatan dan routing. Pengalamatan pada
layer network merupakan pengalamatan secara
logical
• Routing digunakan untuk pengarah jalur paket data
yang akan dikirim.
• Transport dari suatu informasi

Data Link Layer: Menyediakan link untuk data,
memaketkannya menjadi frame yang berhubungan
dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media.
komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur
komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan
penanganan error. Tugas utama data link layer adalah
sebagai fasilitas transmisi raw data dan
mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas
dari kesalahan transmisi.

Fungsi yang diberikan pada layer data link antara lain
:

• Arbitration, pemilihn media fisik untuk penentuan
waktu pengiriman data, metode yang dipakai
CSMA/CD(Carrier Sense Multiple Access
/Collision Detection).
• Addressing, pengalamatan bersifat fisik yaitu dgn
MAC(media Access Control) yang ditanamkan
pada interface perangkat jaringan.
• Error detection, menentukan apakah data telah
berhasil terkirim, tekniknya FCS( Frame Check
Sequence) dan CRC(Cyclic Redundancy Check)
• Identify Data Encapsulation.




Hal. 4
Sistem Terdistribusi




Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data
menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti
kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.Layer ini
mengatur tentang bentuk interface yang berbeda-beda dari
sebuah media transmisi. Spesifikasi yang berbeda misal
konektor, pin, penggunaan pin, arus listrik yang lewat,
encoding, sumber cahaya dll. Secara umum masalah-
masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan
secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan
media fisik yang berada di bawah physical layer. Contoh :
EIA/TIA-232, V35, EIA/TIA- 449, V.24, RJ45, Ethernet,
NRZI, NRZ, B8ZS






Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol internet dapat dilihat dalam
tabel di bawah ini.

Model OSI
No Lapisan


TCP/IP

Protokol TCP/IP
Nama Protokol



Kegunaan
DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol)
DNS (Domain Name Server)

FTP (File Transfer Protocol)
HTTP (HyperText Transfer
Protocol)
MIME ( (Multiporpose Internet
Mail Extention)
NNTP (Network News Transfer
Protocol)
Protokol untuk distribusi IP
pada jaringan untuk jumlah
IP terbatas
Database nama domain
mesin dan nomer IP
Protokol untuk transfer file
Protokol untuk transfer file
HTML dan web
Protokol untuk mengirim file
binary dalam bentuk teks
Protokol untuk menerima
dan mengirim newsgroup
POP (Post Office Protocol) Protokol
untuk mengambil



7 Aplikasi








6 Presentasi
mail dari server
SMB (Server Message Block) Protokol untuk transfer
berbagai server file DOS dan
Windows
SMTP (Simple Mail Transfer Protokol untuk pertukaran
Protocol) mail
SNMP (Simple Network Protokol untuk manajemen
Management Protocol) jaringan
Telnet Protokol untuk akses dari
jarak jauh
TFTP (Trivial FTP) Protokol untuk transfer file
NETBIOS (Network Basic Input BIOS jaringan standar
Output System)
RPC (Remote Procedure Call) Prosedur pemanggilan jarak
jauh
Socket Input Output untuk network
5 Sessi

Komunikasi
Aplikasi
jenis BSD-UNIX

Hal. 5




TCP (Transmission Control
Protocol)
Sistem Terdistribusi


Protokol pertukaran data
berorientasi (connection
oriented)


4 Transport










3 Network








2 Datalink















LLC
(Logical
Link
Control)

MAC
(Media
Access
Control)


Transport










Internet
UDP (User Datagram Protocol) Protokol pertukaran data
non-orientasi
(connectionless)
IP (Internet Protocol) Protokol untuk menetapkan
routing
RIP (Routing Information Protokol untuk memilih
Protocol) routing
ARP (Address Resolution Protokol untuk mendapatkan
Protocol) informasi hardware dari
nomer IP
RARP (Reverse ARP) Protokol untuk mendapatkan
informasi nomer IP dari
hardware
PPP (Point to Point Protocol) Protokol untuk poin ke poin
SLIP (Serial Line Internet Protokol dengan
Protocol) menggunakan sambungan
serial



Ethernet, FDDI, ISDN, ATM
1 Fisik Network Interface




2.3. Remote Procedure Call (RPC)

Remote Procedure Call (RPC) adalah sebuah metode yang memungkinkan kita
untuk mengakses sebuah prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat
melakukan ini sebuah server harus menyediakan layanan remote procedure.
Pendekatan yang dilakuan adalah sebuah server membuka socket, lalu menunggu
client yang meminta prosedur yang disediakan oleh server. Bila client tidak tahu harus
menghubungi port yang mana, client bisa me-request kepada sebuah matchmaker
pada sebuah RPC port yang tetap. Matchmaker akan memberikan port apa yang
digunakan oleh prosedur yang diminta client.

RPC masih menggunakan cara primitif dalam pemrograman, yaitu
menggunakan paradigma procedural programming. Hal itu membuat kita sulit ketika
menyediakan banyak remote procedure. RPC menggunakan socket untuk
berkomunikasi dengan proses lainnya. Pada sistem seperti SUN, RPC secara default
sudah ter-install kedalam sistemnya, biasanya RPC ini digunakan untuk administrasi
sistem. Sehingga seorang administrator jaringan dapat mengakses sistemnya dan
mengelola sistemnya dari mana saja, selama sistemnya terhubung ke jaringan.

Kelebihan RPC
 Relatif mudah digunakan :
Pemanggilan remote procedure tidak jauh berbeda dibandingkan pemanggilan
local procedure. Sehingga pemrogram dapat berkonsentrasi pada software logic,



Komunikasi



Hal. 6

Sistem Terdistribusi


tidak perlu memikirkan low level details seperti socket, marshalling &
unmarshalling.
 Robust (Sempurna):
Sejak th 1980-an RPC telah banyak digunakan dlm pengembangan mission-
critical application yg memerlukan scalability, fault tolerance, & reliability.

Kekurangan RPC
 Tidak fleksibel terhadap perubahan:
- Static relationship between client & server at run-time.
 Berdasarkan prosedural/structured programming yang sudah ketinggalan jaman
dibandingkan OOP.

Prinsip RPC dalam program Client-Server



























Skema RPC ini dilakukan juga pada proses-proses yang running di komputer
berlainan












 Sebelum mekanisme RPC digunakan, data harus di-packaging ke dalam format
transimisi. Langkah ini dinamakan marshalling
 Proxy bertanggung jawab untuk marshalling data, kemudian mengirimkan data
dan meminta instans dari komponen (remote)

Komunikasi

Hal. 7

Sistem Terdistribusi


 Stub menerima request, unmarshall data, dan memanggil method yang diminta.
Kemudian proses mengembalikan nilai yang diinginkan

Langkah-langkah dalam RPC




















1. Prosedur client memanggil client stub
2. Client stub membuat pesan dan memanggil OS client
3. OS client mengirim pesan ke OS server
4. OS server memberikan pesan ke server stub
5. Server stub meng-unpack parameter-parameter untuk memanggil server
6. Server mengerjakan operasi, dan mengembalikan hasilnya ke server stub
7. Server stub mem-pack hasil tsb dan memanggil OS server
8. OS server mengirim pesan (hasil) ke OS client
9. OS client memberikan pesan tersebut ke client stub
10. Client stub meng-unpack hasil dan mengembalikan hasil tersebut ke
client


2.4. Object Remote
Meskipun teknologi RPC ini relatif sudah memberikan kenyamanan bagi
developer, tapi perkembangan yang terjadi di bidang pemrograman berorientasi objek
akhirnya menuntut kehadiran teknologi baru. Sederet teknologi akhirnya benar-benar
muncul, antara lain; RMI (Remote Method Invocation), CORBA (Common Object
Request Broker Architecture), dan SOAP (Simple Object Access Protocol).

Remote Method Invocation (RMI) adalah sebuah teknik pemanggilan method
remote yang lebih secara umum lebih baik daripada RPC. RMI menggunakan
paradigma pemrograman berorientasi obyek (Object Oriented Programming). RMI
memungkinkan kita untuk mengirim obyek sebagai parameter dari remote method.
Dengan dibolehkannya program Java memanggil method pada remote obyek, RMI
membuat pengguna dapat mengembangkan aplikasi Java yang terdistribusi pada
jaringan.

Aplikasi RMI seringkali terdiri dari dua program terpisah yaitu server dan client.
Aplikasi server semacam ini biasanya membuat beberapa objek remote, menyediakan

Komunikasi

Hal. 8

Sistem Terdistribusi


referensi terhadap objek-objek tersebut sehingga dapat diakses, serta menunggu client
menginvoke/memanggil method dari objek-objek remote tersebut. Aplikasi client
mendapatkan referensi remote ke satu atau lebih objek remote di server dan
menjalankan method dari objek tersebut.

RMI menyediakan mekanisme dimana server dan client berkomunikasi dan
memberikan informasi secara timbal balik. Aplikasi semacam ini seringkali disebut
aplikasi objek terdistribusi.

Aplikasi objek terdistribusi seringkali melakukan hal berikut:

• Melokasikan objek remote: Aplikasi dapat menggunakan satu dari dua
mekanisme untuk mendapatkan referensi ke objek remote. Aplikasi dapat
mendaftarkan objek remote dengan fasilitas penamaan RMI (naming facility)
yaitu rmiregistry atau aplikasi dapat mem-pass dan mengembalikan referensi
objek remote sebagai bagian dari operasi normal.
• Berkomunikasi dengan objek remote: Detail dari komunikasi antara objek
remote ditangani oleh RMI, bagi programmer komunikasi remote tampak
seperti invokasi method Java standar.
• Memanggil (load) bytecode untuk objek yang di-pass: Karena RMI
mengizinkan pemanggil (caller) untuk mem-pass objek ke objek remote, RMI
menyediakan mekanisme yang diperlukan objek me-load kode objek,
sebagaimana juga mentransmisikan datanya.

Ilustrasi berikut menggambarkan aplikasi RMI terdistribusi yang menggunakan
registry untuk mendapatkan referensi ke objek remote. Server memanggil registry
untuk mengasosiasikan (mengikat) suatu nama dengan objek remote. Client mencari
objek remote dengan namanya pada registry server dan meng-invoke method dari
objek. Ilustrasi ini juga menunjukkan sistem RMI menggunakan Web server untuk
memanggil class bytecodes, dari server ke client dan dari client ke server, untuk
objek-objek yang diperlukan.















Langkah-Langkah Pembuatan Program dengan RMI
Dalam RMI, semua informasi tentang satu pelayanan server disediakan dalam
suatu definisi remote interface. Dengan melihat pada definisi interface, seorang
pemrogram dapat memberitahukan method apa yang dapat dikerjakan oleh server,
meliputi data apa yang diterima dan data apa yang akan dikirim sebagai tanggapan.
Definisi yang ada pada remote interface menentukan karakteristik methods
yang disediakan server yang dapat dilihat oleh client. Client programmer harus dapat

Komunikasi

Hal. 9

Sistem Terdistribusi


mengetahui methods apa yang disediakan server dan bagaimana memanggilnya
langsung dengan melihat ke remote interface. Client mendapatkan referensi ke remote
object melalui RMI registry.

Membangun suatu aplikasi terdistribusi menggunakan RMI meliputi 6 langkah.
Keenam langkah tersebut adalah:
1. Mendefinisikan remote interface
2. Implementasi remote interface dan server
3. Pengembangan client (atau applet) yang menggunakan remote interface
4. Mengkompilasi source files dan mem-buat stub and skeletons
5. Memulai (start) RMI registry
6. Menjalankan server dan client


Referensi:
1. Rijal Fadilah, Handout Komunikasi Data dan Jaringan Komputer,
http://rijalfadilah.multiply.com/
2. Trindiana dkk., Tugas Kuliah Pengantar Sistem Terdistribusi, 2008.
3. Mudji, Model Jaringan 7 OSI Layer, http://mudji.net/press/?p=61
4. Lintang, Pengenalan Hardware dan Topologi Jaringan Komputer,
http://staffsite.gunadarma.ac.id/lintang/index.php?stateid=download&id=2268
&part=files
5. http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/SistemOperasi-4.X-
1/ch17s06.html
6. www.bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/bahan/bahan-
bab3.pdf
7. Isak Rickyanto, Tutorial Pengenalan Java RMI,
http://www.benpinter.net/article.php?story=20030818005713433
8. Ayu Anggriani dkk., Tugas Kuliah Pengantar Sistem Terdistribusi, 2008.




























Komunikasi




























Hal. 10


ayead lazuck
sumber:

0 comments:

Post a Comment