Saturday, June 6, 2009

1. pengenalan-sister


  





 

2.   Sistem point to point
Merupakan bagian dari model sistem terdistribusi dimana sistem dapat
sekaligus berfungsi sebagai client maupun server
3.   Sistem terkluster
Adalah gabungan dari beberapa sistem individual (komputer) yang
dikumpulkan pada suatu lokasi, saling berbagi tempat penyimpanan data
(storage), dan saling terhubung dalam jaringan lokal (Local Area
Network). Sistem kluster memiliki persamaan dengan sistem paralel dalam
hal menggabungkan beberapa CPU untuk meningkatkan kinerja
komputasi. Jika salah satu mesin mengalami masalah dalam menjalankan
tugas maka mesin lain dapat mengambil alih pelaksanaan tugas itu.
Dengan demikian, sistem akan lebih handal dan          fault tolerant dalam
melakukan komputasi.




Dalam hal jaringan, sistem kluster mirip dengan sistem terdistribusi
(distributed system). Bedanya, jika jaringan pada sistem terdistribusi
melingkupi komputer-komputer yang lokasinya tersebar maka jaringan
pada sistem kluster menghubungkan banyak komputer yang dikumpulkan
dalam satu tempat. 
1.4.   Permasalahan Sistem Terdistribusi 
Masalah dengan sistem terdistribusi yang dapat dimunculkan antara
lain berkaitan dengan :
   Software - bagaimana merancang dan mengatur  software dalam
Distribusi Sistem
   Ketergantungan pada infrastruktur jaringan 
   Kemudahan akses ke data yang di share, memunculkan masalah
keamanan
Dalam setiap penggunaan suatu sistem, banyak sekali ditemui
permasalahan – permasalahan yang muncul, begitu juga dengan sistem
terdistribusi.  Selain  permasalahan – permasalahan yang akan dihadapi
terdapat tantangan – tantangan dalam sistem terdistribusi. 
1.5.   Tantangan Sistem Terdistribusi
Tantangan yang ada  dalam Sistem Terdistribusi yaitu : 
1.   Keheterogenan komponen (heterogenity)
2.   Keterbukaan (openness)
3.   Keamanan (security)
4.   Scalability
5.   Penanganan kegagalan (failure handling)
6.   Concurrency of components
7.   Transparansi
1. Keheterogenan
   Suatu sistem terdistribusi dapat dibangun dari berbagai network,
operation system, hardware dan programming language  yang berbeda.
   IP dapat digunakan utk mengatasi perbedaan jaringan.
   Middleware mengatasi perbedaan lainnya.
2. Keterbukaan
   Mendukung extensibility.
   Setiap komponen memiliki antarmuka (interface), yg di-publish ke
komponen lain.
   Perlu integrasi berbagai komponen yg dibuat oleh programmer atau
vendor yg berbeda. 
3. Keamanan
   Shared resources & transmisi informasi rahasia perlu dilengkapi
dengan enkripsi.
   Cegah denial of service.
4. Scalability


Sistem Terdistribusi


   Penambahan pemakai membutuhkan penambahan resource yg konstan.
   Cegah bottleneck.
   Jika perlu, gunakan replikasi.
5. Penanganan Kegagalan
   Setiap proses (komputer atau jaringan) dapat mengalami kegagalan
secara independen.
   Komponen lain harus tetap berjalan dgn baik.
   E.g. failed branch in a distributed banking system.
6. Concurrency
   Multiple users with concurrent requests to a shared resources.
   Setiap resource hrs aman di lingkungan tersebut di atas.
7. Transparansi
Transparan: bagi pemakai, keberadaan beberapa komponen tampak sebagai
satu sistem saja.
   Access transparency:
Local & remote resources dapat diakses dengan operasi yg sama.
   Location transparency:
–    Resource dapat diakses tanpa tahu di mana lokasinya.
–    Bagaimana pendapat Anda mengenai hyperlink & URL?
   Concurrency transparency:
–    Beberapa proses dapat sama-sama menggunakan suatu       resource
tanpa saling interferensi.
–    Bagaimana jika beberapa pemakai secara bersamaan akan
mengubah suatu berkas?
   Replication transparency:
Pemakai maupun pemrogram aplikasi tidak perlu mengetahui adanya
replikasi resource, yg dapat meningkatkan kehandalan dan unjuk kerja.
   Failure transparency:
Pemakai dan pemrogram aplikasi dapat menyelesaikan tugasnya
walaupun ada kegagalan hardware atau software.
   Mobility transparency:
Resource dan klien dapat berpindah tanpa mempengaruhi operasi
pemakai atau program.
   Performance transparency:
Sistem dapat dikonfigurasi ulang untuk meningkatkan unjuk kerja,
sejalan dengan perubahan beban sistem.
   Scaling transparency:
Sistem dan aplikasi mudah bertambah luas tanpa perubahan struktur
sistem dan algoritma aplikasi.
 sumber;: muhayat-online.blogspot.com
 

0 comments:

Post a Comment