Thursday, May 7, 2009

Hakikat otonomi daerah

Anggaplah sebuah negara seperti keluarga, Ayah dan Ibumu adalah para pemimpin 'negara' kecil ini, Sementara kamu dan kakak adikmu berperan sebagai rakyat, Sebagai kepala keluarga, orangtuamu menetapkan peraturan yang harus di laksanakan dan dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga, Saat kamu kecil, kamu dapat merasakan bentuk peraturan tersebut, Orang tuamu menetapkan kapan kamu harus belajar dan kapan kamu boleh bermain, Orangtuamu juga menentukan acara Tv apa yang boleh kamu lihat dan bacaan apa yang boleh kamu baca.

Mengapa orang tuamu menentukan segalanya bagimu? ini karena dimata orang tuamu, Kamu masih belum cukup dewasa untuk memutuskan sendiri tindakanmu, Mereka khawatir, bila mereka menyerahkan segala keputusan padamu, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Misalnya bila kamu dibiarkan tidur hingga larut malam, Maka kamu akan terlambat pergi ke sekolah, Atau bila kamu dibiarkan memilih makanan kesukaanmu tanpa melihat gizinya, kamu akan jatuh sakit, Tapi jangan khawatir, ada saatnya kamu dapat membuat keputusan sendiri, namun sekarang, kita telah dewasa, apapun yang kita lakukan dapat diterima, asalkan seimbang dan tidak menimbulan kontra di kalangan keluarga maupun masyarkat.

Perlahan-lahan, dengan semakin dewasanya anda, orang tua anda akan mulai memberikan sebagian tanggung jawab pada anda, Misalanya dalam masalah uang, Kalau sebelumnya orang tua anda mengatur hal-hal apa yang boleh dibeli dengan uang, sekarang orang tuamu mulai membebaskan anda, Itu artinya, Ibu anda memberikan kepercayaaan untuk mengatur uang anda sendiri, Anda boleh membeli apa saja yang anda sukai, Tentu saja masih ada aturanya, Jangan sampai anda menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak berguna, Kemandirian atau kekuasaan anda untuk mengatur uang sendiri merupakan bentuk otonomi, Dalam kasus ini, Ibu anda telah memberikan otonomi pada anda untuk mengatur uang.

Bentuk kemandirian lainnya adalah kebebasan untuk mengatur kamar, Kita bebas menghias kamar sesuai dengan selera kita, karena kamar merupakan wilayah kekuasaan kita, atau daerah otonom juga, Meski demikian, orang tua kita masih memiliki kewenangan untuk mengontrol apakah kamar tersebut telah diatur secara baik atau tidak, Demikian pula kita tidak boleh berlaku seenak sendiri untuk mengatur kamar tersebut dengan mengabaikan segala batasan.
 
 
SUMBER: http://jungjihoonbirain.multiply.com

0 comments:

Post a Comment